Mengenal Open Source

Mendengar perkataan komputer, kita langsung berpikir tentang  sebuah perangkat yang biasa kita gunakan baik di rumah atau di  kantor,  baik  untuk  bekerja  atau  bermain  game.  Komputer  memang  sudah  menjadi  bagian  yang  tidak terpisahkan  dari  kehidupan  sebagian  besar  manusia  karena  memiliki  begitu banyak kegunaan. begitu juga perangkat lunak didalamnya, ketergantungan dalam penggunaan perangkat lunak dalam kehidupan sehari hari tak kan pernah terlepas dari aktifitas manusia, namun tak banyak yang sadar akan jenis jenis pemasaran perangkat lunak, seperti TRIAL, OSS (Open Source Software) , Free Software dan CSS (Close Source Software), dalam artikel ini saya akan berbagi informasi mengenai OSS tersebut….

Ada beberapa istilah yang muncul dan seringkali ditafsirkan orang menjadi sesuatu hal yang sama, seperti Open Source Software dengan Free Software. Sebagai pengetahuan dasar bagi kita, di bawah  ini  akan  sedikit  diulas  mengenai  istilah-istilah  umum yang sering berkaitan dengan Dunia Open Source. Open Source Software atau Perangkat Lunak  Sumber  Terbuka,  menurut  Esther Dyson,  didefinisikan  sebagai  perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong royong        tanpa  koordinasi  resmi, menggunakan   kode   program  (sourcecode) yang tersedia secara bebas, serta didistribusikan melalui internet.  Menurut    Richard    Stallman,   budaya    gotong    royong pengembangan perangkat lunak itu, telah ada sejak komputer pertama kali dikembangkan. Namun ketika dinilai memiliki nilai komersial, pihak industri perangkat lunak mulai memaksakan konsep mereka perihal kepemilikan perangkat lunak. Dengan dukungan   finansial  yang  kuat ─secara  sepihak─  merekamembentuk  opini  masyarakat  bahwa  penggunaan  perangkat lunak tanpa izin / lisensi merupakan tindakan kriminal. Tidak  semua  pihak  menerima  konsep  kepemilikan  tersebut.  Richard   Stallman   beranggapan   bahwa   perangkat   lunak merupakan sesuatu yang seharusnya selalu boleh dimodifikasi.  Menyamakan hak cipta perangkat lunak dengan barang cetakan merupakan  perampasan  kemerdekaan  berkreasi.  Semenjak pertengahan tahun 1980-an, yang bersangkutan merintis proyek GNU , dengan tujuanmemberdayakan kembali para   pengguna (users)   dengan   kebebasan  (freedom) menggunakan dan mengembangkan sebuah perangkat lunak. Proyek  ini  memperkenalkan  konsep  copyleft  yang  pada dasarnya mengadopsi prinsip copyright, namun prinsip tersebut digunakan  untuk  menjamin  kebebasan  berkreasi.  Jaminan tersebut berbentuk pelampiran source code, serta pernyataan bahwa  perangkat  lunak  tersebut  boleh  dimodifikasi  asalkan tetap mengikuti prinsip copyleft. Konsep dari proyek GNU ini lebih dikenal dengan istilah “free software”.

Prinsip-prinsip free software tersebut memiliki banyak kesamaan dengan  Open  Source  Software.  Namun  menurut  Richard Stallman, free software lebih menekankan pada hal hakiki yaitu kebebasan mengembangkan perangkat lunak Sedangkan  menurut Eric S. Raymond, Open Source Software lebih  menekankan  aspek  komersial  seperti  kualitas  tinggi, kecanggihan, dan kehandalan. Dengan demikian, konsep Open Source  Software  diharapkan  lebih  menarik  perhatian  pelaku bisnis,  investor,  dan  bahkan  para  raksasa  perangkat  lunak.  Bahkan Esther Dyson memperkirakan, bahwa raksasa seperti Microsoft  pun  akan  memperhitungkan  serta  memanfaatkan Open Source Software, seperti halnya mereka memanfaatkan internet.

Definisi open source yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD  (Open  Source  Definition)  beserta  penjelasannya.  Isinya merupakan  paket-paket  kondisi  yang  harus  dipenuhi  untuk dikatakan  bahwa  software  tersebut  adalah  open  source,  diantaranya adalah:

1.   Free Redistribution. Lisensi tidak boleh membatasi setiap pihak untuk memberikan atau menjual software sebagai                       sebuah bagian dari kumpulan software yang berasal dari beberapa sumber. Pendistribusian ulang dilakukan secara cuma-cuma.

2.   Source  Code  dari  software  tersebut  harus  disertakan dalam program atau diletakkan di tempat yang dapat di-
akses dengan biaya yang rasional.

3.   Derived Works. Hasil modifikasi dari software berlisensi source code, harus diijinkan untuk didistribusikan dengan
lisensi yang sama seperti software asalnya.

4.   Integrity of the Authors Source Code. Demi menjaga integritas source code milik penulis asal, lisensi software tersebut  dapat  melarang  pendistribusian  source  code yang termodifikasi. Tapi dengan syarat, lisensi itu mengijinkan pendistribusian dengan file-file atau modul patch  (potongan  atau  paket  file  untuk  memodifikasi  dengan cara   meng-update   source   code   sebelum   proses kompilasi). Agar lisensi tersebut menyandang nama atau versi yang berbeda dari software asal diperlukan hasil kerja modifikasi source code tersebut.

5.   No Discrimination Against Persons or Groups. Lisensi  tersebut  tidak  boleh    menciptakan  diskriminasi  terhadap orang secara individu atau kelompok.

6.   No Discrimination Against Fields of Endeavor. Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan program itu dalam bidang pemberdaya-an tertentu. Contoh, tidak ada pembatasan untuk penggunaan dalam hal bisnis, atau pemanfaatan dalam bidang riset.

7.  Distribution  of  License.  Hak-hak  yang  dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan oleh pihak-pihak tersebut.

8.  License Must Not Be Specific to a Product. Lisensi tersebut tidak diperbolehkan bersifat spesifik terhadap suatu produk. Hak-hak yang tercantum pada suatu program tidak  boleh  tergantung  pada  apakah  program  tersebut merupakan bagian dari satu distribusi software tertentu atau  tidak.  Sekalipun  program  diambil  dari  distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan selaras dengan  li-sensi  program itu, semua pihak  yang menerima harus  memiliki  hak  yang  sama  seperti  yang  diberikan pada pendistribusian software asal.

9.License Must Not Contaminate Other Software. Lisensi tersebut tidak boleh membatasi software lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat open source atau sebuah software compiler yang bersifat open source tidak boleh melarang produk software yang dihasilkan dengan compiler tersebut untuk didistribusikan kem-bali.

10.License Must Be Technology-Neutral. Tidak boleh ada ketentuan dalam lisensi yang dapat dikaitkan pada teknologi atau model antarmuka tertentu.

Perangkat   lunak   bebas     (Inggris:   freesoftware) adalah istilah yang diciptakan oleh Richard   Stallman   dan   Free   Software Foundation yang mengacu kepada perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, dipelajari dan diubah serta dapat  disalin  dengan  atau  tanpa  modifikasi  atau  dengan beberapa keharusan untuk memastikan bahwa kebebasan yang sama   tetap   dapat   dinikmati   oleh   pengguna-pengguna berikutnya.  Bebas  di  sini  juga  berarti  dalam  menggunakan, mempelajari,   mengubah,   menyalin   atau   menjual   sebuah perangkat lunak, seseorang tidak perlu meminta ijin dari siapa pun. Untuk menjadikan sebuah perangkat lunak sebagai perangkat lunak bebas, perangkat lunak tersebut harus memiliki sebuah lisensi,  atau  berada  dalam  domain  publik  dan  menyediakan akses ke kode sumbernya bagi setiap orang. Gerakan perangkat lunak bebas (free software movement) yang merintis perangkat lunak  bebas  berawal  pada  tahun 1983,  bertujuan  untuk memberikan   kebebasan   ini   dapat   dinikmati   oleh   setiap pengguna komputer. Dengan  konsep  kebebasan  ini,  setiap  orang  bebas  untuk  menjual  perangkat  lunak  bebas,  menggunakannya  secara komersial dan mengambil untung dari distribusi dan modifikasi kode  sumbernya.  Walaupun  demikian  setiap  orang  yang memiliki salinan dari sebuah perangkat lunak bebas dapat pula menyebarluaskan perangkat lunak bebas tersebut secara gratis.  Model bisnis dari perangkat lunak bebas biasanya terletak pada nilai tambah seperti dukungan, pelatihan, kustomisasi, integrasi atau sertifikasi. Perangkat  lunak  bebas     (free  software)  jangan  disalahartikan dengan perangkat lunak gratis (freeware) yaitu perangkat lunak yang  digunakan  secara  gratis.  Perangkat  lunak  gratis  dapat berupa perangkat lunak bebas atau perangkat lunak tak bebas.

Sejak  akhir  tahun 1990-an,  beberapa  alternatif  istilah  untuk perangkat  lunak  bebas  digulirkan  seperti  “perangkat  lunak sumber  terbuka” (open-source  software),  “software  libre”,”FLOSS”, dan “FOSS”. Dewasa ini umumnya perangkat lunak bebas tersedia secara gratis  dan  dibangun / dikembangkan oleh suatu paguyuban Anggota  paguyuban   tersebut  umumnya  bersifat sukarela   tetapi   dapat   juga   merupakan   karyawan   suatu perusahaan   yang   memang   dibayar   untuk   membantu pengembangan perangkat lunak tersebut. “Perangkat Lunak Bebas” ialah perihal kebebasan, bukan harga. Untuk  memahami  konsep  ini,  silahkan  bayangkan  tentang “kebebasan   berbicara”,   dan   bukannya “makan   gratis”.Perangkat   Lunak   Bebas   mengacu   pada  kebebasan   parapenggunanya           untuk           menjalankan,           menggandakan,menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan bagi para pengguna perangkat lunak:

  • ·Kebebasan  untuk  menjalankan  programnya  untuk  tujuan apa saja (kebebasan 0).
  • ·Kebebasan  untuk  mempelajari  bagaimana  program  itu
    bekerja  serta  dapat  disesuaikan  dengan  kebutuhan  anda
    (kebebasan 1). Akses pada kode program merupakan suatu
    prasyarat.
  • ·Kebebasan  untuk  menyebarluaskan  kembali  hasil  salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama (kebebasan 2).
  • ·Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya  ke  khalayak   umum  sehingga  semua menikmati keuntungannya (kebebasan 3). Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat juga.

Suatu program merupakan perangkat lunak bebas, jika setiap pengguna  memiliki  semua  dari  kebebasan  tersebut.  Dengan demikian, pengguna seharusnya bebas untuk menyebarluaskan salinan program itu, dengan atau tanpa modifikasi (perubahan), secara  gratis  atau  dengan  memungut  biaya  penyebarluasan, kepada  siapapun  dimanapun.  Kebebasan  untuk  melakukan semua hal di atas berarti pengguna tidak harus meminta atau pun membayar untuk ijin tersebut. Pengguna    juga    harusnya    memiliki    kebebasan    untuk memodifikasi (mengubah), serta menggunakan untuk keperluan pribadi dalam pekerjaannya, atau untuk main-main, tanpa perlu menyatakan kerberadaan program tersebut. Jika mengedarkan perubahan   tersebut,   pengguna   seharusnya   tidak   perlu memberitahu siapapun dengan cara apapun. Kebebasan  menggunakan  sebuah  program  berarti  kebebasan bagi  siapapun ─baik  perorangan  ataupun  organisasi─  untuk menggunakan  pada  komputer  jenis  apapun,  untuk  kegiatan apapun, tanpa perlu memberitahu para pengembang ataupun pihak-pihak lainnya secara khusus. Kebebasan   menyebarluaskan   hasil   penggandaan,   harus termasuk  bentuk  biner  (eksekusi),  atau  kode  program,  yang termodifikasi  maupun  yang  belum.  Tidak  apa-apa,  jika  tidak disertakan  cara  memproduksi  bentuk  biner  tersebut,  namun perlu ada kebebasan penyebar-luasannya, jika kemudian hari ditemukan cara untuk memproduksinya. Agar  terdapat  kebebasan  melakukan  perubahan  [serta  mempublikasikan versi yang lebih baik] memiliki arti, anda harus memiliki akses pada kode program tersebut. Jadi, memiliki akses tersebut  merupakan  syarat  mutlak  untuk  perangkat  lunak bebas. Agar  dapat  menjadi  kenyataan,  kebebasan  ini  tidak  boleh dibatalkan selama anda tidak melakukan suatu kesalahan. Jika pengembang perangkat lunak tersebut mempunyai hak untuk mencabut   lisensi,   tanpa   anda   melakukan   apa-apa   yang menyebabkan seperti itu, maka program tersebut tidak dapat disebut sebagai perangkat lunak bebas. Walaupun  demikian,  aturan  tertentu  mengenai  tata  cara pendistribusian perangkat lunak bebas dapat diterima, selama tidak  bertentangan  dengan  hakikat  inti  dari  kebebasan  itu sendiri.  Umpamanya,  “copyleft” (pada  garis  besarnya),  tidak mengizinkan penambahan aturan pelarangan atau pembatasan hak  orang  lain  yang  tidak  sesuai  dengan  hakikat  inti  dari kebebasan. Hal ini tidak bertentangan dengan hakikat inti dari kebebasan itu sendiri, justru aturan ini melindunginya. Jadi,  kita  mungkin  harus  membayar  untuk  mendapatkan perangkat lunak GNU, atau mungkin juga anda mendapatkannya secara cuma-cuma. Terlepas dari cara mendapatkan perangkat lunak  tersebut, anda  akan  selalu  bebas  untuk  menyalin  dan mengubah   perangkat   lunak   tersebut,   ataupun   untuk menjualnya.  Perangkat lunak bebas bukan berarti “tidak komersial”. Program bebas  harus  boleh  digunakan  untuk  keperluan  komersial. Pengembangan  perangkat  lunak  bebas  secara  komersial  pun tidak merupakan hal yang aneh; dan produknya ialah perangkat lunak bebas yang komersial. Aturan  perihal  cara  mengemas  perangkat  lunak  bebas  hasil modifikasi dapat diterima, jika tidak secara efektif menghalangi kebebasan  kita  untuk  mempublikasikan  ulang  modifikasinya. Demikian pula aturan, “Jika anda membuat program tersedia dalam  cara  tertentu,  maka  anda  juga  harus  membuatnya tersedia  dalam  cara  tertentu  lainnya”,  juga  dapat  diterima dengan  ketentuan  yang  sama (Perhatikan  bahwa  aturan tersebut  masih  memberikan  kita  pilihan  untuk  menentukan apakah program itu akan dipublikasikan atau tidak). Proyek   GNU   menggunakan        “copyleft”   untuk   melindungi semuanya,  kebebasan  tersebut  dijamin  oleh  hukum.  Namun,  terdapat juga perangkat lunak bebas yang tidak copyleft.  Proyek GNU   memiliki alasan kuat mengapa lebih baik menggunakan copyleft, namun akan tetap memanfaatkan juga program yang tidak copyleft. Terkadang ada pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan  ekspor  perdagangan  yang  dapat  membatasi  kebebasan  kita untuk menyebarkan salinan program secara internasional. Para pengembang perangkat lunak memang tidak memiliki kekuatan untuk meniadakan atau melanggar / mengganti aturan tersebut. Namun yang dapat ─dan harus dilakukan─ ialah menolak untuk menetapkan program tersebut sebagai prasyarat dari apapun.  Dengan cara ini, peraturan pembatasan ekspor tersebut tidak akan memiliki pengaruh apapun, baik terhadap sebuah kegiatan maupun terhadap pihak-pihak di luar wilayah hukum pemerintah tersebut. Jika membicarakan perihal perangkat lunak bebas, sebaiknya  jangan  menggunakan  istilah  seperti  “cuma-cuma”,  “gratisan” dan sejenisnya; karena istilah tersebut mengacu pada harga, dan bukannya kebebasan. Diharap bahwa kita juga menghindari istilah seperti “pembajakan” agar tidak terjebak dalam salah persepsi.  Perlu  diperhatikan  bahwa  kriteria  perangkat  lunak  bebas membutuhkan   kehati-hatian   dalam   interpretasinya.   Untuk menetapkan apakah sebuah program memiliki lisensi perangkat lunak bebas, kita menggunakan kriteria tersebut untuk menilai semangat secara umum ─lalu menelaah secara hati-hati─ kata demi kata dari lisensi tersebut. Jika sebuah lisensi tersebut menetapkan pembatasan yang tidak wajar,   kita   tetap   akan   menolaknya,   walau   kita   tidak memperhitungkan  /  mengantisipasi        kriteria tersebut sebelumnya.  Terkadang  sebuah  lisensi  mensyaratkan  sesuatu yang  memerlukan  pemikiran  yang  dalam,  termasuk  diskusi dengan para pengacara. Ketika mencapai mufakat, terkadang perlu  mengubah  kriteria  perangkat  lunak  bebas  ini  untuk memudah-kan penilaian kelayakan lisensi serupa berikutnya.

 

“FREE” AS IN “FREEDOM” 

Istilah “perangkat lunak bebas” sering kali disalah-artikan serta tidak berkaitan dengan harga. Ini mengenai kebebasan. Jadi, berikut  ini  merupakan  definisi  dari  perangkat  lunak  bebas. Sebuah program dikatakan perangkat lunak bebas, untuk anda sebagai pengguna, jika:

  • ·Anda punya kebebasan untuk menjalankan program, untuk apapun.
  • ·Anda  punya  kebebasan  untuk  mengubah  program  agar sesuai dengan kebutuhan (agar kebebasan ini efektif, anda musti  punya  akses  ke  kode  program,  sebab  mengubah program tanpa kode program sangat menyulitkan).
  • ·Anda punya kebebasan untuk mendistribusikan salinannya,
    secara gratis ataupun dengan biaya. Sehingga masyarakat
    mendapatkan kesempatan untuk turut menikmati perubahan
    tersebut.

Karena  “bebas”  merujuk  pada  kebebasan,  tidaklah  terdapat  kontradiksi antara berjualan salinan dan perangkat lunak bebas.  Bahkan,   kebebasan   berjualan   salinan   menjadi   penentu:  kumpulan perangkat lunak bebas yang dijual di CD-ROM menjadi penting untuk masyarakat, dan berjualan tersebut menjadi cara utama  untuk  menghimpun  dana  pengembangan  perangkat lunak  bebas.  Jika  tidak  termasuk  dalam  himpunan  tersebut, maka tidaklah dapat dikatakan sebagai perangkat lunak bebas. Karena kebingungan terhadap kata “bebas” ini, banyak yang mencari kata alternatif, namun hingga kini belum ditemukan  kata  yang  lebih  cocok.  Belum  ada  kata  sederhana  yang mencerminkan arti “bebas”. Kata seperti “merdeka”, “terbuka”, “kemerdekaan”,   dapat   berarti   lain   ataupun   mengandung kelemahan lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s